Nggak terlalu susah buat ngomong kalimat itu kayaknya. Tapi disaat sekarang ada begitu banyak pengaruh dari luar mempengaruhi pola pikir kita, secara nggak langsung kita perlahan-lahan mulai berhenti mencintai Indonesia. Ambil contoh kongkritnya, yang paling klise sekaligus paling nyata rakyat Indonesia jaman sekarang lebih suka memakai barang produksi luar negri, entah negara manapun. Rasanya aneh ketika mereka berdalih bahwa barang produksi luar jauh lebih bagus kualitasnya dibanding barang produksi Indonesia.
Siapa bilang?
Ini pertanyaan yang klise. Dan di sini kita juga akan menjelaskannya dengan klise. Barang produksi Indonesia memang tidak kalah bagusnya dengan barang produksi luar. Hanya saja, ketika arus globalisasi sudah mulai masuk, pengrajin kita kehilangan pamornya secara berangsur-angsur.
Siapa yang pernah tahu bahwa barang produksi Indonesia, produksi pengrajin negara kita sendiri, mengimpor barangnya ke luar negri untuk kemudian diberi label dan diimpor lagi masuk ke Indonesia. Siapa yang pernah tahu bahwa sebenarnya ada banyak produk buatan Indonesia diekspor keluar negeri dan dihargai dalam harga yang tinggi?
Sekali lagi ini nasihat yang kami coba ucapkan dengan klise bahwa mencintai produk Indonesia jauh lebih baik daripada mencintai produk luar. Bahwa sebagai rakyat Indonesia, kita harus dengan bijak mampu menyikapi arus globalisasi yang kian lama kian menggerus identitas asli bangsa.
Mari belajar mencintai Indonesia :)
Label: Globalisasi, Indonesia
Menurut asal katanya, kata "globalisasi" diambil dari kata global, yang maknanya ialah universal. Achmad Suparman menyatakan Globalisasi adalah suatu proses menjadikan sesuatu (benda atau perilaku) sebagai ciri dari setiap individu di dunia ini tanpa dibatasi oleh wilayah Globalisasi belum memiliki definisi yang mapan, kecuali sekedar definisi kerja (working definition), sehingga bergantung dari sisi mana orang melihatnya. Ada yang memandangnya sebagai suatu proses sosial, atau proses sejarah, atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia makin terikat satu sama lain, mewujudkan satu tatanan kehidupan baru atau kesatuan ko-eksistensi dengan menyingkirkan batas-batas geografis, ekonomi dan budaya masyarakat. - Wikipedia
Baik maupun buruk dampak globalisasi yang terjadi, hampir mustahil membendung pengaruhnya bagi Indonesia. Berbagai aspek kehidupan masyarakat terpengaruh oleh proses ini, baik ekonomi, sosial, maupun kebudayaan. Dampak baik dan buruk globalisasi saling tumpang tindih di tengah-tengah kehidupan masyarakat, dan masyarakat pun menentukan sikap masing-masing, baik pro maupun kontra globalisasi.
Dari berbagai aspek yang terpengaruh globalisasi tersebut, kebudayaanlah yang menjadi perhatian kami. Indonesia memiliki kebudayaan yang sudah mendarah daging dalam kehidupan bermasyarakat, dan sebagai negara yang memiliki beribu ragam suku, tentunya kekayaan ini patut dijaga dan dipertahankan. Bagaimanapun globalisasi telah menggerus sedikit demi sedikit kekayaan budaya Indonesia, dan kita sebagai generasi muda Indonesia harus mempertahankan kekayaan yang nantinya akan menjadi warisan bagi kita dan anak cucu kelak.
Baca selengkapnya »Label: Globalisasi